Rabu, 13 November 2019

Nyeput Naskah kuno

     NYEPUT NASKAH KUNO YANG ADA DI LOMBOK
     Assalamualaikum wr.wb.....Hello guys ini cerita perjalanan kedua ku tentang naskah kuno dan nyeput,yaaps...di blog saya sebelumnya saya sudah memberi gambaran seperti apa sih yang dinamakan naskah kuno. Kalau yang belum banca atau tidak tahu,bahkan lupa apa itu yang di namakan naskah kuno yuuuks mari saya ingatkan lagi apa sih itu naskah kuno, dan nyeput.
     Jadi Naskah kuno atau dalam bahasa Inggris disebut manuscript dan dalam bahasa Belanda disebut handscript. Manuskrip adalah tulisan tangan asli yang berumur minimal 50 tahun dan punya arti penting bagi peradaban, sejarah, kebudayaan dan ilmu pengetahuan. Di Indonesia ada tiga jenis, yaitu 1. Manuskrip Islam, yaitu manuskrip berbahasa dan tulisan Arab, 2. Manuskrip Jawi yakni, naskah yang ditulis dengan huruf Arab tapi berbahasa Melayu, agar sesuai dengan aksen Melayu diberi beberapa tambahan vonim, dan 3. Manuskrip Pegon yakni, naskah yang ditulis dengan huruf Arab tapi menggunakan bahasa daerah seperti, bahasa Jawa, Sunda, Bugis, Buton, Banjar, Aceh dan lainnya.

         Sebagai peninggalan masa lampau, naskah kuno mampu memberi informasi mengenai berbagai aspek kehidupan masyarakat masa lampau seperti politik, ekonomi, sosial budaya, pengobatan tradisional, tabir gempa atau gejala alam, psikologi manusia, dan sebagainya. Informasi awal terkait dengan hal ini dapat ditemukan dalam kandungan naskah untuk dipelajari oleh semua orang. Naskah-naskah itu penting, baik secara akademis maupun sosial budaya. Naskah tersebut merupakan identitas, kebanggaan dan warisan budaya yang berharga. Secara sosial budaya, naskah memuat nilai-nilai yang masih relevan dengan kehidupan sekarang, sehingga menjadi sebuah tanggung jawab telah berada di pundak kita untuk mengungkap ‘mutiara’ yang terkandung di dalamnya. Naskah kuno, di samping sebagai dokumentasi budaya juga bisa dijadikan objek pengajaran untuk mengambil nilai-nilai dan kandungan di dalamnya. Nilai-nilai tersebut sangat dibutuhkan dalam merelevansikan nilai kebaikan yang ada di masa lampau untuk diterapkan hari ini.
   sedangkan nyeput adalah proses pembacaan tujuan atau perjalanan hidup yang akan kita alami cepat maupun lambat. Dan prosesnya itu dilakukan dengan mengambil takepan yang sudah di sediakan secara tutup mata, jika sudah memilih takepan tersebut maka selanjutnya pepaosan akan membacakan dengan menembang atau membaca biasa apa isi dari takepan yg kita pilih. Namun dari narasumber yang saya dapatkan yaitu papuk Marini dari Ledangre Sayang-sayang Kec.Cakranegra Kota Mataram. Mohon maaf sebelumnya berhubung beliau tidak ingin untuk di publikasikan maka saya harus menghargai keputusan dari beliau untuk tidak mengambil gambar beliau sendiri. 
         Prosesnya nyeputnya dari papuq Marini ini berbeda lagi dari yang saya lihat dari teman-teman saya yang lain yang sudah pergi nyeput, dan ini pun tidak berbentuk takepan namun fotokopi yang menggunakan bahasa Arab Melayu ( manuskrip Jawi) yang sudah lama peninggalan dari Almarhum suaminya, beliau mengatakan "walaupun berbentuk fotokopi bukan berarti tidak bisa digunakan karena dari pengalaman sebelumnya sudah banyak yang nyeput dan dari hasil nyeput itu pun terbukti namun tetap saja kita tidak boleh terlalu terpaku pada hasil nyeput ini, kita tetap harus menyerahkan semuanya kepada Allah SWT" ungkap beliau pada pertemuan nyeput kami. Bagi orang yang memiliki naskah kuno yang aslinya tidak sembarangan juga untuk mengeluarkan naskah kuno miliknya ke sembarang orang, perlu pengenalan lebih jauh lagi baru mereka akan mengizinkan kita untuk melihat naskah kuno yang aslinya dan itu tidak semuanya juga seperti itu. Dan selain buku fotokopi ada juga lot yang berisi angka-angka kunci dari jawaban yang akan kita pilih.
( Hal-hal yang ingin diketahui)

( Lot )


        Proses awalnya yaitu dengan memilih 2 lot dan menyebutkan angka pertama dan angka kedua sesuai urutan kita membuka lot tersebut. Dan selanjutnya kita memilih hal apa yang ingin kita ketahui apakah itu perjalanan asmaramu, rizki, kariermu,dsb lalu setelah dibuka beritahu kepada narasumber yang akan membacakan isi di buku yang kita dapatkan dari lot yang sudah kita pilih.
      Menurut saya pribadi ini hal yang tidak perlu saya anggap hal yang serius dan yang harus saya yakini, saya sepenuhnya percaya semuanya menjadi rahasia Tuhan, perjalanan hidup saya merupakan rahasia Allah SWT karena sesungguhnya, semua Tuhan lah yang sudah mengatur jalan hidup kita kedepannya dan hanya Dia lah yang tahu apa saja yang akan kita hadapi kedepannya. Jadi bukan dari naskah ini ya...heheee setiap orang mempunyai pendapatnya sendiri kaan dan mempunyai hak juga untuk memilih apa pun yang mereka ingin percayai atau tidak. Jika itu suatu hal yang baik ya aminkan saja,  why not ya kan dude....
     Bagaimana...sekarang kalian udah tahu kan apa itu naskah kuno dan proses nyeput seperti apa. Dari kesempatan untuk nyeput saya menanyakan 3 poin, karena dalam satu kali pertemuan nyeput kata ibu...kita hanya boleh menanyakan 3 poin saja itu maksimal, jika ingin menanyakan hal yang lain lagi setidaknya berjarak seminggu di hitung dari sekarang  pada saat nyeput baru boleh nyeput lagi. Dan yang saya tanyakan yaitu yang pertama yaitu Nomor 12 "Bagaimana akan pengkehidupanku ?" saya mendapatkan lot angka  6 dan 5, pertanyaan kedua Nomor 9 "Sebagai pekerja/pegawai/pedagang yang baik untuku?" lot angka 3 dan 5, dan pertanyaan ketiga yaitu nomor 11 "Bila mana dapat rezeki?" angka lot 1 dan 3. Jawaban akan disesuaikan dengan nomor yang sudah tertera pada buku nyeput tersebut. Untuk jawaban saya tidak akan mempublikasikan dari yang saya tanyakan maaf ya guys hehee...
      Namun sejauh ini yang saya dapatkan dari proses nyeput lebih condong kepada pendeketan pragmatik karena pada prosesnya pendekatan pragmatik yaitu dengan memandang karya sastra sebagai sarana untuk menyampaikan tujuan tertentu kepada
pembaca seperti tujuan pendidikan, moral agama atau tujuan yang lainnya.  Dan itu lah yang terjadi selama kami dalam proses nyeput hal-hal yang ingin kami ketahui tersampaikan dari tujuan yang ada pada buku tersebut kepada pembaca. Semakin banyak nilai-nilai, ajaran-ajaran yang diberikan kepada pembaca maka semakin baik karya sastra tersebut.
          Baiklah itu dia proses perjalanan nyeput saya dan teman-teman saya. Terima kasih sudah membaca blog ini saya rasa itu sudah lumayan cukup dalam mengulik sejarah yang ada di Lombok dan tunggu story blogku selanjutnya ya....
wa'alaikumussalam wr.wb......

Selasa, 22 Oktober 2019

Naskah Kuno

Naskah Kuno
( Datu Artadi)
(Naskah kuno Nur Muhammad)
  Assalamulaikum wr.wb hallo guys sebelum ke pembahasan inti tentang naskah kuno ini saya mau menceritakan ke kalian perjalanan saya dan teman-temanku mencari narasumber ke desa Karang Raden, Tanjung,KLU. Saya penasaran dengan naskah-naskah kuno yang ada di pulau Lombok, karena seperti yang kita ketahui naskah kuno itu dimiliki secara turun-temurun, dan tentunya tidak dimiliki oleh setiap orang. Untuk menambah wawasan saya tentang naskah kuno saya ingin mendapatkan informasi seputar naskah kuno dari narasumbernya secara langsung sebagai orang yang mempunyai naskah kuno tersebut. Setelah saya mencari informasi menanyakan kepada teman-teman saya kepada siapa saja yang bisa saya jadikan narasumber tentang naskah kuno, pilihan saya jatuh kepada Datu Artadi selaku ketua adat desa Karang Raden, Tanjung KLU karena menurut saya beliau pasti sudah berpengalamam dan bisa memberi saya informasi yang cukup tentang naskah dan adat setempat. Mengenai adat yang lebih kental berada di daerah Bayan KLU namun saya tidak menemukan informasi lebih jelas mengenai narasumber yang ada di sana maka saya memilih daerah Tanjung saja. Saya sarankan juga buat kalian yang akan berkunjung ke Lombok mampir ke bagian Lombok Utara karena kulinernya terkenal enak-enak seperti sate tanjung,dsb. Jadi di daerah KLU tidak hanyak adatnya yang kental akan tetapi kita juga akan disuguhkan dengan pariwisata-pariwisata yang ada di sana seperti yang di katakan Datu Artadi kuliner khas suatu daerah juga termasuk dalam budaya, dan dari hasil foto yg saya unggah ke story instagram milik pribadi dan snap whatsapp ternyata banyak yang penasaran pada daerah tersebut dan mereka juga ingin berkunjung. Perjalanan saya dan teman-teman menuju ke KLU pada pagi hari sekitar pukul 8 pagi, kami sengaja memilih perjalanan dari daerah Senggigi supaya tidak terlalu bosan di perjalanan, karena kita akan disuguhkan dengan pemandangan pantai-pantai yang indah. Dan benar saja perjalanan yang kami rasakan tidak begitu terasa lama diperjalanan. Sesampainya di rumah narasumber kami disambut dengan hangat oleh Datu Artadi dan keluarganya. Perjalanan pulang menuju Mataram kami berpencar saya memilih dari wilayah pusuk supaya suasana perjalanan berbeda dari sebelumnya. Pada wilayah Pusuk kita akan di suguhkan dengan pemandangan gunung-gunung dan binatang yang ada disekitar seperti monyet.
   Baiklah kita kembali ke pembahasan inti tentang naskah kuno. Sesuai dengan penjelasan yang saya dapatkan dari narasumber yaitu Datu Artadi selaku ketua adat desa Karang Raden, Tanjung KLU mengenai naskah kuno beliau menjelaskan bahwa naskah kuno itu sebenarnya ada sebelum Islam, diperkirakan awal pada abad  XI dan ada juga yang setelah Islam perkiraan akhir pada abad XVI. Mengapa dikatakan sebelum Islam karena sebenarnya manusia pada zaman dahulu kala menganut agama Hindu dan Budha.
      Naskah kuno pada zaman Hindu diantaranya menceritakan tentang Ramayana, Mahabrata, Arjuna Wiwaha. Dan setelah masuknya Islam dan para Walisongo, terutama ke daerah bagian utara naskah kuno berubah dengan nuansa-nuansa Islam dan ada sembilan tema.

      Abjad Aksara Jawa ada 20 (dua puluh) dan Aksara Lombok ada 18 (delapan belas) tanpa DHA dan THA. Ada beberapa takepan lontar diantaranya: 
1. Serat Menak
2.Wedatama
3.Tapel Adam
4.Hana Kidung 
5.Damar Wulan 
6.Serat Hidayat
7.Dalang Jati
8.Tekawandi
9.Jatiswara
10.Nabi Meparas
11.Nur Muhammad
12.Kisasulambia
13.Lahir Nabi
14.Mikrad Nabi
15.Marakarma
16.Jaka Tarub
17.Panji Wulung
18.Monyeh
     Datu Artadi sudah mempelajari naskah kuno sejak beliau SD (Sekolah Dasar) sekitar tahun 1960-an. Akan tetapi banyak naskah yang beliau miliki dipinjam namun tidak dikembalikan lagi, bahkan ada lagi naskah yang belum ditemukan dari sisa-sisa rumahnya yang rusak akibat gempa Lombok tahun 2018. Sehingga yang kami dapat lihat pada saat ke rumah beliau hanya hasil fotokopi saja. Pepaosan (nembang) agama Hindu sangat berbeda dengan nembang agama Islam,pepaosan biasanya dilakukan pada saat gawe ayu/gawe hidup (acara khitan, pernikahan, dll) dan gawe pati/gawe mati (tujuh harian, sembilan harian, empat puluh harian, seratus harian, dan seterusnya) yang dilakukan setelah zikiran, pepaosan (nembang) bertujuan sebagai suatu bentuk menghibur masyarakat. Datuq Artadi banyak melestarikan budaya-budaya yang ada di KLU bahkan sering juga mendapatkan pehargaan juara 1 atau 2 pada acara lomba, dan sebagainya. Perlombaan yang dilakukan tidak hanya di daerah Lombok saja namun di luar Lombok juga seperti Jakarta, dan daerah-daerah lainnya untuk mengenalkan budaya Sasak pada seluruh daerah di Indonesia bahkan untuk orang asing yang datang ke Indonesia. Datu Artadi sangat suka dengan hal-hal yang berbau seni,beliau juga mempersilahkan kepada siapa saja yang ingin belajar tentang naskah kuno,drama maupun kebudayaan lainnya bisa datang ke desa Karang Raden Tanjung KLU. Datu Artadi mengatakan bahwa kebudayaan penuh dengan simbol-simbol dan makna-makna yang baik untuk manusia,jadi kebudayaan penuh dengan tujuan dan makna tersendiri, kebudayaan tidak hanya muncul begitu saja tanpa tujuan dan makna.
  "Manusia meninggal ku temukan pusaranya tapi jika kebudayaan mati kemana ku temukan pusaranya" itu lah slogan yang di ucapkan oleh Datu Artadi. Jelas manusia meninggal kita bisa menemukan kuburannya, namun jika kebudayaan sudah dilupakan dan tidak ada penerus maka kita tidak bisa menemukan jejaknya lagi. Kita memang tidak harus menutup diri dari budaya luar namun kita juga perlu menyaring terlebih dahulu mana yang sesuai maka kita ambil. Suku dan agama kita bisa berbeda namun dalam budayalah yang menyatukan kita. Jadi pesan yang disampaikan Datu Artadi kita sebagai masyarakat yang kaya akan budaya harus tetap melestarikan kebudayaan yang ada dan tentunya harus bangga juga setidaknya kita tau apa saja kebudayaan yang ada di daerah kita sendiri, jangan cepat terpengaruh dengan budaya asing yang normanya jauh berbeda dengan kehidupan masyarakat Indonesia.